Sunday, February 5, 2012

Wow! Semakin saya berkata, "Ya..ya ya.... benar, benar dan benar!"

Kali ini pembahasan tentang bagaimana menikmati demokrasi. Pembahasan dan pemaparan yang sangat luar biasa dari Ustadz Anis Matta.

Mengapa demokrasi menjadi satu sistem yang kita terima? Karena demokrasi adalah sistem politik yang paling dekat dengan Islam. 

Demokrasi menurut kaum sekuler memiliki perbedaan mendasar dengan demokrasi menurut Islam.
1. Menurut kaum sekuler : rakyat menjadi pemegang kedaulatan tertinggi, karena suara rakyat adalah suara Tuhan. Sehingga segala aturan hidup berasal dari konstitusi yang dibentuk rakyat. 
2. Menurut Islam : Tuhan adalah pemegang kedaulatan tertinggi, sehingga suara Tuhan harus menjadi suara rakyat. Sehingga segala aturan hidup adalah given (dari Tuhan), rakyat tinggal menjalankannya. 

Namun, satu hal yang menjadi titik temu mendasar dari keduanya adalah : PARTISIPASI rakyat adalah yang utama untuk berjalannya kehidupan negara itu. Rakyat sangat dihargai KEBEBASAN dan KREATIVITASnya. 

Inilah mengapa kita harus menikmati demokrasi, karena ia paling dekat dengan Islam, dibandingkan sistem yang lain. 

Mengapa Menikmati Demokrasi?
Demokrasi = kebenaran bebas + kemungkaran bebas
Demokrasi = hukum legal/tidak legal // benar/salah 

Maka, bagaimana kita MENGINTEGRASIKAN kebenaran dengan legalitas!
Sehingga = benar -- mendapat legalitasnya; salah -- mendapatkan ke-tidaklegal-an-nya

caranya?
1. Memenangkan wacana publik atas kebenaran yang kita usung
2. Membawa wacana kepada draft hukum untuk memperoleh legalitas
3. Mengawasi pelaksanaan (eksekusi) peraturan tersebut

"Demikianlah dakwah harus bekerja di era demokrasi. Ada kebebasan yang kita nikmati bersama. Tapi, juga tersedia 'cara tersendiri' untuk mematikan kemungkaran dan melakukan penetrasi kekuasaan. Anggaplah ini sebuah seni yang harus dikuasai para politisi dakwah."

0 komentar: